Taqdir Allah adalah ketentuan yang telah Allah tetapkan. Bahkan jauh sebelum semua makhluq diciptakan, Allah telah menuslikan semua taqdir makhluknya dari permulaan masa hingga hari akhir. Namun harus kita pahami bahwa taqdir itu tidak ada yang tahu kecuali hanya Allah. Jadi kita tidak bisa mengatakan –misalnya- bahwa saya ini tidak bisa jadi kaya karena taqdir Allah. Sebab dari mana kita tahu bahwa di masa yang akan datang itu kita tetap miskin ? Jadi bagi manusia dan semua makhluk yang namanya taqdir Allah itu adalah hal ghaib dan misteri. Karena itu haram hukumnya seseorang berpangku tangan tidak berusaha dengan alasan sudah taqdir. Padahal Allah sendiri sebagai Penulis Taqdir telah memerintahkan kita untuk berusaha dan bekerja serta berikhtiar. Karena itu menyalahkan taqdir adalah dosa karena melawan perintah Allah. Jauh hari sebelum kita, orang-orang dahulu pun pernah berselisih paham tentang takdir ini menjadi dua kubu yang ekstrem. Yang pertama yang menyerahkan semua pada taqdir...
Seharusnya desember’ 09 aku menikah dengan seorang gadis yang menurutku gadis yang baik.. taat beribadah..punya kepribadian yang baik….perkenalan kami juga belum lama… latar balakang dari si dia aku juga kurang begitu tau…tapi melihat kesehariannya aku yakin dia bisa memposisikan diri sebagai istri yang baik… bagiku nomor kesekian kali tentang latar balakang dan asal-usulnya (nikahilah seorang wanita karena agamanya..niscaya kamu akan bahagia) Kumantapkan hatinya….hingga pada akhirnya kami sepakat untuk menikah di bulan desember… kami sama-sama merantau..pertemuan kami pun di perantauan….hingga pada suatu saat si dia pulang kampung karena masa kontrak kerjanya sudah habis… selang dua minggu di kampung ada kabar dari keluarganya ….dan pernikahan minta diundur satu tahun lagi. terkejut memang….tapi itulah kenyataannya.akhirnya orang tuanya datang kerumah orang tuaku megutarakan maksudnya.Orang tuaku sulit mengambil keputusan.. dan semuanya diserahkan padaku karena aku yang akan menjalan...